$type=carousel

Oknum Dosen Unila Divonis 16 Bulan, DAMAR: Rendah Sekali

Direktur Eksekutif DAMAR Sely Fitriani Bandarlampung- Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR menilai hukuman 16 bulan kurungan terhadap ok...

Direktur Eksekutif DAMAR Sely Fitriani

Bandarlampung- Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR menilai hukuman
16 bulan kurungan terhadap oknum dosen Unila, Chandra Ertikanto yang terbukti berbuat cabul pada mahasiswi, DCL adalah vonis rendah.

Direktur Eksekutif DAMAR, Sely Fitriani memaparkan, menanggapi hasil putusan hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjung Karang, Nomor Perkara 1202/Pid.B/2018/PN Tjk, pada tanggal 26 November 2018 telah memutuskan bahwa Dr. Chandra Ertikanto, M.Pd terbukti secara sah dan menurut hukum dinyatakan bersalah dan divonis hukuman penjara 16 bulan. 

Berdasarkan putusan hakim tersebut  maka DAMAR mengajukan surat terbuka untuk Rektor Universitas Lampung bahwa, putusan bersalah membuktikan bahwa perbuatan pelecehan yang dilakukan Dr. Chandra Ertikanto, M.Pd terhadap DCL seperti yang dituduhkan selama ini benar terjadi.
"Hukuman 16 bulan sangatlah rendah sekali," kata Sely melalui siaran pers, Kamis (29/11).

Alasannya, mengingat pelaku (Dr. Chandra) adalah seorang dosen yang seharusnya jadi panutan dan dilakukan di dalam dunia pendidikan. Selain itu, pelaku selama proses hukum, selama persidangan berjalan tidak menunjukkan hal yang kooperatif, pelaku selalu menyangkal perbuatannya bahkan sampai melaporkan balik korban DCL atas tuduhan laporan palsu dan pencemaran nama baik.

"Putusan ini agar dapat menimbulkan keberanian bagi korban lain," imbuhnya.
DAMAR berharap di kemudian hari Unila dapat turut serta mendukung perlindungan terhadap korban pelecehan dan memberikan tindakan tegas terhadap pelakunya. Karena dalam proses perkara DCL, Unila malah menunjukkan sikap sebaliknya yaitu mendukung pelaku dengan memberikan bantuan hukum melalui Tim BKBH FH Unila bukan kepada korban.

"Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR terbuka bagi perempuan-perempuan yang menjadi korban kekerasan maupun pelecehan seksual yang membutuhkan dampingan. Dengan demikian kepada Rektor Universitas Lampung untuk memperhatikan isi surat tersebut dan di tindaklanjuti dengan penuh tanggungjawab sebagai Institusi pendidikan yang berpihak kepada Korban pelecehan seksual," ungkapnya.

Nama

Bandarlampung,625,ekbis,75,Feature,5,Kriminal,154,lambar,8,Lampung Selatan,497,Lampung Tengah,132,Lampung Timur,577,Lampung Utara,102,Lipsus,3,mesuji,373,metro,236,nasional,227,novel,29,Opini,18,Pesawaran,15,Pesisir Barat,17,Politik,1194,Pringsewu,14,Provinsi,323,pusiban,56,ragam,265,Suara Pembaca,1,Tanggamus,29,Tubabar,7,Tulang Bawang,29,Video Streaming,1,Waykanan,28,
ltr
item
Surya Andalas: Oknum Dosen Unila Divonis 16 Bulan, DAMAR: Rendah Sekali
Oknum Dosen Unila Divonis 16 Bulan, DAMAR: Rendah Sekali
https://2.bp.blogspot.com/-GjJU9GkH4ro/W_9RJJ6B9PI/AAAAAAAAYB0/4errgkTSf3IAezpYzyUOKwWutyZlxy1lACLcBGAs/s1600/r.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-GjJU9GkH4ro/W_9RJJ6B9PI/AAAAAAAAYB0/4errgkTSf3IAezpYzyUOKwWutyZlxy1lACLcBGAs/s72-c/r.jpg
Surya Andalas
http://www.suryaandalas.com/2018/11/oknum-dosen-unila-divonis-16-bulan.html
http://www.suryaandalas.com/
http://www.suryaandalas.com/
http://www.suryaandalas.com/2018/11/oknum-dosen-unila-divonis-16-bulan.html
true
6062779249033157586
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy