$type=carousel

Lembaga Survey di Pilgub Lampung, Siapa Untung? Siapa Buntung?

Rakhmat Husein. Foto ist Bandarlampung- Maraknya lembaga survey jelang Pilgub Lampung ditengarai ditunggangi kepentingan calon tertentu....

Rakhmat Husein. Foto ist
Bandarlampung- Maraknya lembaga survey jelang Pilgub Lampung ditengarai ditunggangi kepentingan calon tertentu.
Baca: Survei Pilgub Lampung, SMRC Akui Dibiayai Demokrat

Koordinator Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih, Rakhmat Husein DC menilai, Pilkada adalah pesta demokrasi milik rakyat, rakyat harus berpartisipasi mensukseskannya termasuk melawan segala bentuk kecurangan dan termasuk mengawasi dengan sungguh-sungguh penyelenggara pesta.

"Dalam hal ini KPU supaya bertindak adil dan jujur," ungkap Rakhmat Husein DC, Sabtu 5 Mei 2018.
Baca: Survei Pilkada, Charta Politika Coba Bohongi Masyarakat Lampung

Menurutnya, peraturan komisi pemilihan umum  (PKPU) nomor 8 tahun 2017, menjamin hak berpartisipasi tersebut termasuk hak bagi seseorang atau lembaga untuk menyampaikan hasil survey atau jajak pendapat tentang persepsi masyarakat terhadap calon pemimpinnya.

"Banyaknya lembaga survey dengan beragam hasil survey harusnya memperindah perbedaan itu sekaligus menjadi salah satu alat untuk saling menjaga. Jangan sampai terjadi potensi penggiringan opini publik melalui kemampuan akademik survey dalam membentuk opini publik terkait siapa peluang calon pemimpin yang paling unggul," paparnya.

KPU Lampung lanjut dia, harus bisa menampilkan sosok mereka sebagai panitia yang adil dan jujur, ketika lembaga survey asli Lampung Rakata Institute di laporkan ke KPU karna menampilkan data hasil survey berbeda dengan hasil lembaga survey yang 'katanya' nasional, maka kata Rakhmat Husein, ketika lembaga survey yang katanya nasional tersebut juga dilaporkan maka KPU juga harus membentuk dewan etik, memanggil dan menyidangkan lembaga survey yang katanya nasional tersebut.

Menurutnya, hal ini penting untuk menjaga supaya opini dan persepsi publik tidak tergiring seolah-olah hanya ada satu calon gubernur yang punya elektabilitas tertinggi mengalahkan elektabilitas calon gubernur lampung lainnya. Pun untuk hasil survey Rakata Institute adalah sebuah data yang mampu menetralisir opini publik supaya tidak dikesankan bahwa sebelum pilkada sudah ketahuan siapa yang menang, agar menjaga pelaksanaan tahapan pilkada ini tidak memungkinkan terjadi potensi kecurangan yang sistematis.

"Dan benar-benar menjaga suara rakyat supaya tidak disalah gunakan dengan kemampuan teknis dan teknologi untuk memenangkan calon tertentu dari jauh-jauh hari," bebernya.
Baca: Rakata Institute: Pilgub Lampung Tanpa Petahana

Ia berharap, ke depan, semoga makin banyak lembaga survey lokal asli Lampung yang bekerja dengan metode yang benar dan data yang sahih menampilkan data-data elektabilitas calon gubernur Lampung, bahkan semoga ada banyak lembaga dan hasil survey yang isi datanya masing-masing memenangkan masing-masihg kandidat, akan menjadi seru dan bermartabat jika banyak lembaga survey tersebut masing-masing mengklaim bahwa calon nomor 1 tertinggi, calon nomor 2 juga tertinggi, calon nomor 3 tertinggi dan calon nomor 4 juga tertinggi.

"Sehingga opini publik Lampung tidak tergiring bahwa hanya ada satu paslon yang tertinggi dalam survey. Ketika pemilihan tiba maka secara real hanya ada satu pemenang dan tiga pecundang," ungkapnya.

Untuk itu, Koordinator Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih, hari ini (Sabtu 5 Mei) akan ke KPU untuk melaporkan juga lembaga survey SMRC dan Charta Politika karena  diduga telah menampilkan hasil survey yang berbeda dengan hasil survey Rakata Institute.
Baca: Polemik Rakata Institute, Dua Pengurus ALSHCI Sambangi KPU Lampung

"Karena telah merilis hasil survey. Padahal SMRC dan Charta Politika belum terdaftar di KPU Lampung. KPU harus membuat perlakuan yang sama dalam
menangani laporan publik terkait lembaga dan hasil survey. Tapi jika KPU lampung tidak menerima atau tidak memperlakukan laporan publik terkait lembaga survey lain maka di opini publik akan tergiring bahwa KPU Lampung tidak adil, tidak netral, tidak profesional dan perlu di hakimi di meja DKPP (dewan kehormatan penyelenggara pemilu)," tukasnya. (Red)

Nama

Bandarlampung,625,ekbis,75,Feature,5,Kriminal,154,lambar,8,Lampung Selatan,497,Lampung Tengah,132,Lampung Timur,577,Lampung Utara,102,Lipsus,3,mesuji,373,metro,236,nasional,227,novel,29,Opini,18,Pesawaran,15,Pesisir Barat,17,Politik,1194,Pringsewu,14,Provinsi,323,pusiban,56,ragam,265,Suara Pembaca,1,Tanggamus,29,Tubabar,7,Tulang Bawang,29,Video Streaming,1,Waykanan,28,
ltr
item
Surya Andalas: Lembaga Survey di Pilgub Lampung, Siapa Untung? Siapa Buntung?
Lembaga Survey di Pilgub Lampung, Siapa Untung? Siapa Buntung?
https://1.bp.blogspot.com/-TmHMdb0I4pU/Wu1HgaIH4ZI/AAAAAAAASVk/GqXb1MSbWUsTLr_YHGc21bcYNZHdADcVQCLcBGAs/s320/12-54-41-images.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-TmHMdb0I4pU/Wu1HgaIH4ZI/AAAAAAAASVk/GqXb1MSbWUsTLr_YHGc21bcYNZHdADcVQCLcBGAs/s72-c/12-54-41-images.jpg
Surya Andalas
http://www.suryaandalas.com/2018/05/lembaga-survey-di-pilgub-lampung-siapa.html
http://www.suryaandalas.com/
http://www.suryaandalas.com/
http://www.suryaandalas.com/2018/05/lembaga-survey-di-pilgub-lampung-siapa.html
true
6062779249033157586
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy